Cari Blog Ini

Memuat...

Kamis, 01 September 2011

Kebijakan Vegetarian Oleh Pemerintahan

Kebijakan Vegetarian oleh Pemerintahan

Jadilah Vegetarian untuk Menurunkan Harga-harga Makanan, kata Ketua Badan iklim PBB
Perundingan perubahan iklim 2008 di Jerman telah berfokus kepada dampak-dampak bahan bakar nabati terhadap naiknya harga-harga makanan. Sekretaris Eksekutif Komite Kerangka Perubahan Iklim PBB, Yvo de Boer, telah menunjukkan bahwa sebagian besar kenaikan harga makanan disebabkan oleh biji-bijian yang dipakai sebagai makanan hewan ternak. Sekretaris de Boer menyatakan, “Solusi terbaik bagi kita semua adalah dengan menjadi vegetarian.”

Saat berbicara tentang Earth Hour, Senator Australia, Andrew Bartlett di Queensland mengatakan bahwa mematikan listrik selama satu jam mempunyai nilai simbolik. Akan tetapi, untuk menyampaikan perubahan iklim jangka panjang dan efektif maka diperlukan perubahan gaya hidup. Ia berkata: “Tidak ada cara yang lebih mudah, lebih murah, dan lebih cepat  dalam mengurangi emisi rumah kaca selain dengan memangkas jumlah produk daging dan susu yang kita konsumsi. Ini adalah cara yang telah terbukti manfaatnya baik bagi kesehatan maupun lingkungan hidup. Selain itu hal ini dapat segera kita lakukan daripada menunggu teknologi baru, layanan transportasi umum yang lebih baik, atau menerapkan penggunaan energi terbarukan. Cara ini sangat menghemat uang daripada menghabiskannya untuk cara lain, dan cara ini tidak menyebabkan bahaya apapun bagi ekonomi kita. Saya tidak berkata ini adalah satu-satunya solusi untuk masalah gas rumah kaca, tetapi itu adalah satu langkah besar yang mudah yang bisa dilakukan masing-masing individu. Mereka seharusnya tidak hanya duduk diam dan berharap pemerintah akan menyelesaikan segalanya atau menunggu sampai transportasi umum membaik; mereka dapat melakukannya serang.” Senator Bartlett juga menyinggung tentang laporan PBB yang mengatakan bahwa emisi karbon dari peternakan hewan lebih besar daripada gabungan gas rumah kaca dari seluruh jenis transportasi. Lebih jauh lagi ia berkata: “Kita tidak dapat terus duduk di belakang dan menunggu pemerintah, teknologi, atau pasar untuk mengatasi masalah ini dan bersandar dengan upaya mereka… kita juga harus mengakui kenyataan ilimiah bahwa pada hakikatnya jika kita tidak memotong konsumsi produk hewan, maka kesempatan kita untuk menghentikan perubahan iklim adalah hampir tidak ada.”

berkata di depan publik bahwa ia tidak ingin makan daging karena dapat memberi manfaat yang baik terhadap lingkungan serta berhasrat untuk mengurangi karbon. Ronan Lee berkata, "Ya mereka tidak tahu. Masyarakat tidak tahu bahwa segalanya membawa beban lingkungan. Produksi daging sapi memboroskan air yang luar biasa, mereka memerlukan jumlah air yang fenomenal untuk memproduksi hanya satu kg daging sapi. Angka yang saya kutip di Parlemen Queensland pada saat itu sumbernya diambil dari ilmuwan terkemuka CSIRO (Organisasi Riset Ilmiah dan Industri Negara Persemakmuran), Australia."

Kementerian Kesehatan Uni Emirat Arab mempromosikan perayaan vegetarian seminggu penuh yang disponsori oleh sukarelawan yang disebut Festival Meveg. Melalui situs web www.meveg.info, warga Uni Emirat Arab banyak yang berjanji untuk bervegetarian dan turut ambil bagian demi menjaga kesehatan dan lingkungan. Dr. Mahmoud Fikri, pejabat eksekutif di Kementerian Kesehatan menyatakan, “Gaya hidup kita dan kebiasaan makan kita yang tidak seimbang telah menyebabkan kegemukan dan diabetes. Kami berharap agar festival tahunan ini menjadi titik balik akan pentingnya makanan yang sehat.”


Menteri Kesehatan Prancis berkata: "Makanlah lebih banyak buah dan sayuran. Melanjutkan kampanye yang sejenis tahun lalu, warga Prancis sekarang didorong menuju kesehatan yang lebih baik dengan menaikkan konsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran hingga lima porsi setiap hari. Bersama dengan Lembaga Kesehatan dan Pendidikan Nasional (INPES), Kementerian Kesehatan meluncurkan kampanye yang informatif di TV dan saluran media lainnya. Jajak pendapat baru-baru ini menunjukkan bahwa tingkat kegemukan di Prancis naik karena orang sangat sedikit mengonsumsi buah dan sayuran."

Wakil untuk Parlemen Jerman dan pemimpin Partai Hijau, Renate Künast, telah menyuarakan kebijakan untuk melakukan perubahan dalam bidang pertanian demi menghentikan perubahan iklim. Bagian yang direkomendasikan oleh Nn. Künast dalam transformasi tersebut adalah mengurangi penggunaan produk susu dan daging untuk konsumsi





.

Berbicara mengenai jejak karbon, Hari Lingkungan Dunia Taiwan menghimbau publik untuk menerapkan kebiasaan makan baru guna mengurangi emisi karbon, termasuk mengucapkan janji mencoba diet tanpa produk hewan yang rendah karbon. Lebih dari 1,2 juta orang di Taiwan, termasuk pejabat pemerintahan telah berjanji untuk membantu mengurangi emisi karbon dengan beralih ke vegetarisme yang artinya pola makan tanpa produk hewan, untuk menghilangkan setidaknya 1,5 juta ton emisi karbon dari atmosfer setiap tahunnya.
Ma Ying Jiu, Presiden Taiwan Menyerukan Warganya untuk Kurangi Daging

Lebih banyak sayuran dan kurangi daging, seruan Kantor Kepresidenan Taiwan. Sebagai bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Presiden Taiwan, Ma Ying-Jeou dan Wakil Presiden Vincent Siew memimpin seluruh kantor kepresidenan dalam menandatangani pernyataan tentang langkah-langkah untuk mengurangi CO2 dan menghemat energi yang mencakup makan produk dari lokal, makan lebih banyak sayuran, dan mengurangi daging. Disertai dengan langkah-langkah hijau lainnya, Presiden Ma mendorong semua warga untuk mulai membiasakan berhemat demi mengurangi emisi karbon dalam kehidupan setiap orang.

Lin Hung Chih, Formosan (Taiwan) Legislator:
Di masa depan, kami berharap pemerintah akan mendorong lebih banyak industri produk vegetarian.
Tien Chiu Chin, Formosan (Taiwan) Legislator:
Tindakan nyata kita membuktikan bahwa orang Taiwan bersedia melakukan sesuatu dan sangat peduli terhadap pemanasan global.
Hsiao, Chia-Chi, Wakil Gubernur, Kota Taichung, Formosa (Taiwan) Beralih ke Vegetarian
Saya telah bervegetarian selama dua bulan sejak Hari Bumi tanggal 22 April. Saya melakukan hal ini setidaknya untuk melindungi Bumi sekaligus peduli terhadap kehidupan, khususnya kehidupan hewan-hewan kecil yang juga penting. Setelah menjadi vegetarian, saya merasa sehat dan berenergi. Daging hewan menghabiskan lebih banyak energi selama proses membesarkan hewan untuk memberi makanannya. Sebagai contoh, sapi, kambing, dan babi, limbah mereka dan makanan untuk mereka sebenarnya menghabiskan banyak sekali energi dan sumber daya alam. Oleh karena itu, memangkas konsumsi daging berarti melindungi Bumi.
Chen Tien-Wen, Taichung City Council Vice-President:
Sekarang, saya makan diet vegetarian 6 hari seminggu. Saya suruh sekretaris saya membeli makan siang dengan beberapa hidangan sayuran dan semangkuk nasi.
Tseng Chao Jung, Taichung City Councilman, Formosa (Taiwan):
Saya mendorong setiap orang menerapkan diet vegetarian. Sebagai contoh, semua kolega saya di kantor adalah vegetarian. Kami semua vegetarian. Mari kita berjuang bersama untuk memelihara lingkungan Bumi kita.
Dr. Lin Tzu-Mu, National Chung Hsing University Office of Student Affairs:
Untuk kesehatan kita, untuk keturunan kita, juga bagi akibat karma, untuk generasi kita yang akan datang dan untuk kehidupan kita sekarang, kita harus bertindak sekarang dan melakukan yang terbaik untuk menerapkan diet vegetarian.



Kecuali kita mengubah pilihan makanan kita, tiada lainnya yang penting, karena daginglah yang menghancurkan sebagian besar hutan kita, daginglah yang mengotori air, daginglah yang menimbulkan penyakit yang menyebabkan semua makhluk ber-uang dialihkan ke rumah sakit. Jadi, itu adalah pilihan pertama bagi siapa pun yang ingin menyelamatkan Bumi. Kita sangat, sangat dekat pada garis merah, sehingga mungkin kita bangun tidur besok dan menemukan bahwa tiada apa pun yang dapat diselamatkan.


Peternakan telah diketahui bertanggung jawab bagi 25 persen emisi gas rumah kaca di wilayah Estonia. Untuk menutupi kerugian lingkungan, pemerintah saat ini mewajibkan peternak sapi untuk membayar “pajak gas pencernaan” untuk 350 liter metana dan 1.500 liter karbon dioksida yang masing-masing dikeluarkan oleh sapi ke dalam atmosfer.


Anggota Parlemen Swedia menulis laporan yang berjudul  “The Livestock Industry and Climate - Industri Peternakan dan Iklim.” Di dalamnya, Bpk. Holm mengkritik praktik menanam panen untuk diberi makan kepada ternak serta alasan sektor peternakan menjadi salah satu penghasil emisi gas rumah kaca terbesar. Laporan itu menyatakan: “Lebih dari sepertiga dari semua biji-bijian yang dipanen menjadi makanan hewan. Apa itu rasional? Kenapa kita tidak memproduksi lebih sedikit daging dan mengurangi hasil panen yang diberikan untuk ternak sehingga tersedia biji-bijian untuk memberi makan lebih banyak orang?” Laporan itu berakhir dengan dua saran utama untuk Swedia dan Eropa: Pertama, hapus subsidi daging agar harga daging di pasar mencerminkan biaya kerugian lingkungan yang sebenarnya. Kedua, anjurkan diet modern kepada masyarakat yaitu diet vegetarian.
Di tengah-tengah diskusi tentang dampak produksi bahan bakar nabati terhadap hutan hujan, Menteri Lingkungan Hidup Sigmar Gabriel telah menyuarakan kepeduliannya tentang dampak dari mengonsumsi daging. Dia berkomentar tentang pengrusakan hutan hujan untuk menanam kacang kedelai yang diekspor untuk memberi makan ternak di Eropa. Untuk membantu melindungi pohon-pohon di Amazon, Menteri Gabriel mengajukan sebuah sistem yang akan mengukur kelangsungan produk impor dan  kemudian menagihnya.

Selasa, 02 Agustus 2011

Makanan Organik Mahal Tapi Sehat

Bukan bermaksud menakut-nakuti tapi rupanya kita memang harus berjuang ekstra keras untuk menerapkan hidup sehat di zaman ini coba lihat faktanya dari lingkungan  polusi udara memapar tubuh kita setiap hari. dari makanan kita susah menjamin apa yang kita asup itu sehat dan aman. Lihat saja junk food yang mengandung kalori  akan lemak tinggi tapi rendah protein dan vitamin berbagai makanan yang dibubuhi MSG ( monosodium glutamat), pengawet dan bahan berbahaya lain hingga sayuran dan buah-buahan yang terkontaminasi residu kimia dan pestisida. belum lagi kalau kita merupakan orang yang supers ibuk sehingga mudah stres dan melupakan olahraga lengkap sudah hambat-hambatan menuju hidup sehat. 

 Begitulah kira-kira alasan kuat para pelaku gaya hidup organik ketimbang membuat tubuh menjadi tempat samaph,' mereka memilih mengonsumsi makanan yang tumbuh secara demi dan tak terkontaminasi bahan kimia, seperti pestisida, herbisida,insektisida,hormon dan rekayasa genetika dan bonusnya tubuh dan jiwa akan menjadi lebih sehat :-)


Senin, 04 Juli 2011

saya tidak menyakiti makhluk lain


seseorang pernah berkunjung ketempat pembantaian dapat melihat kenyataan betapa binatang itu menderita sebelum dan ketika disembelih.Di amerika serikat sendiri hampir 9 juta binatang disembelih setiap ahri untuk dimakan.sebagaian diantara kita menangis ketika anjing atau kucing peliharaan kita mati terbunuh,akan tetapi bisa diam saja dan menyetujui pembunuhan terhadap berjuta-juta hewan setiap hari. seorang sprilitualis jaman ini P.R.sarkar menjelaskan, sejauh mungkin, dan  makanan harus dipilih dari antara bahan makanan yang perkembangan kesadarannya relatif kecil bila dibandingkan dengan tingkat kesadaran yang lain, apabila terdapat tumbuh- tumbuhan, binatang janganlah sampai disembelih.kedua, sebelum menyembelih hewan yang sudah mengembangkan sedikit kesadaran, pikirkan berulang-ulang, bisakah kita hidup sehat tanpa mengorbankan kehidupan itu.
Banyak orang termuka lain yang menunjang pendapat ini. Pada awal permulaan  penyebaran agama kristen misalnya, banyak orang kristen dan yahudi menolak kebiasaan makan daging dan dikatakan kalau kebiasaan itu sangat mahal dan kejam. Disepanjang sejarah, para bijaksana dan pemimpin spiritual memberikan nasehat bahwa tidak akan mampu meningkatkan perkembangan evolusi kesadaran atau meningkatkan peradaban manusia yang dilandasi kasih sayang. Sebelum menghentikan kebiasaan kejam memakan daging. Hewan itu kawan-kawanku dan aku tidak memakan teman-temanku :-)



 

Kamis, 23 Juni 2011

Menimbulkan penderitaan Yang Luar Biasa Kepada Hewan

Semua penderitaan ini,semua uang pajak ini mengalir kearah yang berbeda. Itu tidak membantu anda sama sekali. Itu hanya menyia-yiakan sumber daya, dana, dan kekuatan nasional, serta kesehatan dan kebahagiaan manusia. Itulah hanyalah suatu kesia-siaan. Itu hanyalah suatu bisnis yang sangat, sangat, sangat buruk.industri daging sangat berbahaya bagi kita dalam setiap situasi yang dapat dibayangkan, dalam setiap aspek yang dapat dibayangkan. Nah, jika subsidi tidak mengalir untuk mendukung mereka, para peternak dari industri pemeliharaan hewan tidak bisa membiayai bisnis mereka. Mereka sudah bangkrut. Maka, saya menyarankan agar pemerintah tidak lagi memberi subsidi apapun terhadap industri pemeliharaan hewan. Melainkan, memberitahu mereka agar beralih untuk menjadi petani vegan :-)

Minggu, 13 Maret 2011

Makanan Nabati Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

Hasil pengukuran tekanan darah adalah dua angka. Angka pertama menunjukkan pada pembuluh darah setiap darah berdenyut dan angka kedua menunjukkan tekanan darah pada pembuluh darah di antara dua denyutan. Hipertensi atau tekanan darah tinggi terjadi apabila hasil pengukuran menunjukkan angka 140/90 atau lebih tinggi. Hipertensi bisa menjadi sangat berbahaya karena meningkatkan resiko serangan jantung, stroke dan kegagalan ginjal. Pola makan untuk penderita darah tinggi yang biasa dilakukan adalah pertama, menurunkan konsumsi garam melalui cara seperti mengurangi garam dalam masakan, tidak mengkonsumsi snack yang asin seperti chips kentang dan menghindari makanan kaleng yang mengandung garam. Kedua, menghindari rokok. Ketiga, berolahraga seperti jalan kaki setengah jam setiap hari atau satu jam tiga kali seminggu. Keempat, mengurangi konsumsi alkohol. Kelima adalah mencapai berat badan yang normal. Mereka yang kelebihan berat badan perlu menghindari makanan berlemak seperti makanan hewani dan goreng-gorengan dan meningkatkan konsumsi beras merah, sayur, buah dan kacang-kacangan. Selain kiat di atas ternyata sudah lama diamati bahwa orang-orang yang mengikuti pola makan vegetarian ternyata cenderung mempunyai tekanan darah yang normal. Demikian dilaporkan dengan brilian dalam journal of Hypertension pada tahun 1984 oleh I.L.Rouse dan L.J Beilin dalam rubrik editorial, Vegetarian diat and blood pressure. Hal yang sama juga dilaporkan oleh ilmuwan O.Lindahl dan koleganya dalam jurnal Nutrisi Inggris ( Br J Nutr 1984 ).
Sejauh ini faktor apa ada pada makanan vegetarian yang bekerja dengan baik di dalam mengontrol tekanan darah masih belum di ketahui secara pasti. E.Ernst dan koleganya yang meneliti reologi darah kaum vegetarian mengungkapkan kemungkinan karena tidak lagi mengkonsumsi daging, susu dan lemak dalam jumlah tinggi dapat menurunkan viskositas atau kekentalan darah. Gilirannya darah yang tidak kental akan mengurangi efek tekanan pada dinding pembuluh darah. Demikianlah tekanan darah bisa menurunkan pada tingkat normal. Dua hal yang diketahui dalam hal efek positif makanan nabati terhadap tekanan darah adalah makanan nabati umumnya rendah kandungan lemak dan garamnya. Kedua, sayur dan buah banyak mengandung mineral yang disebut kalium yang ternyata bisa membantu menurunkan tekanan darah. Berikut ini adalah daftar makanan yang kandungan natrium ( garam ) secara alami rendah : Padi-padian, beras, barley, kacang-kacangan, tahu, kacang kering, susu kedelai, sayur brokoli, kentang, tomat, wortel, bayam, jagung, buah pisang, orange, apel, pear, mangga, jambu batu dan pepaya.